Pengguguran kandungan dalam islam

Pengguguran Kandungan Dalam Islam

Pengguguran kandungan dalam islam – Pergaulan bebas sering sekali kita melihat dan mendengar di  kalangan remaja, sudah sangat memprihatinkan jika sudah terjadi. Sehingga kita sering terkena dampak dari perbuatan kita sendiri, demikian aborsi salah satunya. Menggugurkan kandungan karena lelakinya tidak mau bertanggung jawab. Lalu apakah anda tau bahwa hukum islam Menggugurkan kandungan itu benar – benar ada?

Di dalam sebuah kitab suci kita yang bernama Al-Quran memang benar tidak ada ayat khusus hukum aborsi. Akan tetapi, yang ada adalah larangan untuk membunuh jiwa orang tanpa hak ataupun tanpa sebab. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Surat An nsa’ ayat 93. Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasanya adalah neraka jahanam, dan dia abadi di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan baginya azab yang besar.

Pengguguran kandungan dalam islam

Nah bisa di simpulkan bahwa hukum menggugurkan kandungan dalam islam, adalah haram dan di larang karena kita sebagai umat muslim di larang membunuh sesama. Namun ada aborsi yang di perbolehkan jika karena ada alasan khusus. Seperti para ulama yang berselisih tentang hukumnya aborsi janin sebelum di tiupnya ruh kepada janin. Dikatakan oleh imam syafi’I, imam hanafi, imam hambali, bahwa menggugurkan janin sebelum peniupan ruh hukumnya boleh. Sebagian dari ulama membolehkan menggugurkan janin tersebut dengan obat. Berdasarkan hadis nabi di atas yang menunjuka bahwa, sebelum empat bulan, roh belum di tiup ke janin dan penciptaanya belum sempurna, serta di anggap benda mati, sehingga boleh di gugurkan.

Sebagian ulama berpendapat dari madzab imam hanafi dan imam romli menggugurkan janin sebelum peniupan ruh hukumnya makruh dan jika sudah sampai pada waktu peniupan ruh maka hukumnya haram.

Imam ghozali dan ibnu jauzi menyatakan, menggugurkan kandungan janin sebelum peniupan ruh hukumnya haram. Dalilnya bahwa tertanam dalam rahim dan telah bercampur dengan ovum wanita sehingga siap menerima kehidupan, maka merusak wujud ini adalah tindakan kejahatan(ihya ulumuddin:/53). Demikian sedikit banyaknya tentang artikel yang saya buat mengenai hukum aborsi, semoga bermanfaat. Terima Kasih.